Senin, 19 Maret 2012

belajar bernyanyi


belajar vocal


youtube belajar vocal


ariel


belajar bernyanyi


uchi wiby

uchi wiby

dasar-dasar vocal

dasar-Dasar Vocal

05/12/2008Musik   39 Comments
Kali ini saya mau menjelaskan kepada teman-teman yang ingin mengetahui apa itu dan bagaimana cara melatih suara yang benar. Semua disini meliput dasar-dasarnya suara serta apa aja yang dinilai dari suara seorang penyanyi. Cerita ini saya kutip dari pelajaran yang pernah saya dapatkan dan juga berdasarkan pendapat dari para musisi yang berpengalaman.
Untuk menyajikan suara yang indah dalam bernyanyi, sebelumnya kita harus tahu beberapa tahapan yang harus dilatih, dibina, dan diasah secara teratur serta memerlukan disiplin yang tinggi, yaitu :
A. PERNAPASAN
B. MEMBENTUK SUARA
C. RESONANSI ( Menggemakan suara )
D. VOCAL & KONSONAN
E. INTONASI ( Menyanyikan nada dengan tepat )
F. ARTIKULASI ( Pengucapan yang benar & Jelas )
G. FRASERING ( Menyanyikan kalimat dengan utuh )
H. INTERPRETASI & EKSPRESI ( Memahami & Menjiwai nyanyian )
Tahapan yang diatas akan tersaji dalan satu kegiatan yaitu PENAMPILAN atau PEMENTASAN. PERNAPASAN
Ini adalah bagian utama dan terpenting dalam sebuah latihan vocal. Kalian tahu kenapa..? Karena nafas adalah penggerak utama dari suara. Kuatnya nafas dapat menimbulkan dan menciptakan getaran sebagai sumber dari pada “ Bunyi “. Dan nafas juga sebagai Vitamin yang paling ampuh untuk menyehatkan suara. Makanya pernafasan harus dilatih dengan baik dan teliti.
Dalam bernyanyi, kita mengenal 3 ( tiga ) jenis pernafasan. Masing – masing mempunyai kelebihan dan kelemahan tersendiri.
1. Pernafasan Bahu
Yaitu pada saat mengambil / menarik nafas, dilakukan dengan mengangkat bahu untuk mengisi paru-paru. Cara seperti ini tidak begitu baik, karena nafas yang dihasilkan dangkal dan mengakibatkan kalimat jadi terputus-putus.
2. Pernafasan Dada
Yaitu dengan membusungkan dada pada saat menarik nafas untuk mengisi paru-paru. Cara seperti ini juga tidak begitu baik, karena jadi terkesan cepat lelah dan akibatnya suara jadi tidak stabil dan terputus-putus.

3. Pernapasan Diafragma

Lazim kita sebut dengan pernafasan rongga perut. Yaitu menarik / mengambil nafas untuk mengisi paru-paru dengan mengembangkan rongga perut atau diafragma, serta mengembangkan tulang rusuk. Cara inilah yang terbaik yang dilakukan untuk bernyanyi, karena akan menghasilkan nafas yang panjang, ringan, santai dan produksi suara lebih bermutu.
Dengan pernafasan diafargma penyanyi dapat leluasa dalam berekspresi karena tidak ada tekanan dan desakan dalam pernafasan.
GIMANA CARNYA MELATIH PERNAFASAN DALAM BERNYANYI?
Cape’ neh ngetiknya.. Gini aja, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk melatih pernafasan ini, khususnya melatih “DIAFRAGMA” penyanyi, antara lain:
 Dasar Dasar Vocal
a. Dengan berdiri santai, badan lurus, sambil meletakkan ujung jempol jari di ujung tulang rusuk terbawah. Tariklah nafas melalui hidung dengan cara perlahan atau dengan cepat, dan rasakan bahwa jempol kamu tadi terdorong kesebelah luar, sebagai reaksi dari melonggarnya tulang iga.
Jika telah terasa penuh, kemudian nafas tadi dikeluarkan dalam bentuk senandung vocal “a” atau konsonan “s” ataupun dengan hitungan. Yang jelas bukan dengan cara mendorong, tapi mengeluarkan nafas sehemat mungkin.
Lakukan minimal 20x setiap hari atau setiap ada kesempatan buat latihan. Ini akan membuat otot-otot perut kamu menjadi semakin kokoh dan kuat.
b. Dengan posisi tidur terlentang lurus dan kedua tangan diletakkan sejajar dengan tubuh. Letakkan beberapabenda seperti buku diatas perut sebagai beban dan tariklah nafasseperti bagian “a” diatas serta rasakan bahwa beban diatas perut terangkat keatas, juga rasakan tulang rusuk ikut mendorongnya.
Jika telah terasa penuh, keluarkan lagi seperti yang “a” tadi dan lakukan minimal 20x sehari ato tambahan kapan aja kamu punya waktu buat latihan.
Latihan ini bisa membuat otot perut menjadi kokoh serta kita pun jadi santai untuk mengucapkan kalimat. Selain itu juga dapat merubah kebiasaan bernafas yang dilakukan dengan mengangkat bahu atau membusungkan dada.
Ada juga cara buat nguatin otot perut yaitu dengan tertawa terbahak bahak , sampai terasa klo perut tergoncang goncang. Tapi klo latihan ini harus dilakukan dengan sangat hati hati, karena nanti bisa dibilang orang gila (hehehe)
Pengambilan nafas pada saat memulai lagu atau awal kalimat lagu dapat dilakukan dengan menarik nafas melalui hidung dengan santai. Namun jika pada saat bernyanyi atau ditengah lagu sebaiknya dilakukan dengan singkat atau dengan mendengkus, seperti kita nyium aroma yang harum atau aroma makanan ( Hmmm Jadi laper neh.. ).
Pada pernafasan yang demikian, kita hanya mengembangkan pernafasan “alami” yang kita miliki, akan tetapi jika pernafasan alami “naik turunnya sama” sedangkan penyanyian itu “ menariknafas dengan cepat dan mengeluarkannya dengan sehemat mungkin” karena tujuan utama kita adalah menyelesaikan satu kalimat dalam satu tarikan nafas. Dengan demikian kalimat yang kita ucapkan /nyanyikan kedengaran indah dan bermutu, tidak tersendat-sendat.

latihan dasar untuk bernyanyi dengan baik dan benar

LATIHAN DASAR UNTUK BERNYANYI DENGAN BAIK DAN BENAR PDF
Pada umumnya orang berpendapat bahwa menjadi penyanyi adalah karena bakat sejak lahir. Bagi orang yang merasa tak memiliki bakat tersebut tentu akan menjadi pesimis dan membiarkan sebuah kesempatan berlalu begitu saja. Namum benarkah anggapan masyarakat tersebut?

Menurut survey dari orang-orang sukses dan menjadi ahli di bidangnya, bakat hanya sebagian kecil peranannya, bahkan ada yang tidak memasukan sebagai kunci sukses mereka. Resep berhasilnya adalah belajar, berlatih, mengembangkan potensi yang ada dalam dirinya, tak lupa selalu berdoa. Termasuk dalam menyanyi. Walaupun bakat dianggap sebagai modal awal untuk orang dapat melangkah, tak dapat dipungkiri peranan latihan sangatlah besar.

Sebenarnya berlatih menyanyi sudah diajarkan sejak masih bayi. Disengaja atau tidak, para orang tua umumnya memperkenalkan nyanyian kepada si anak, sewaktu masih bayi. Kemudian setelah dapat berbicara mereka mengajarkan menyanyi. Bernyanyi secara benar pada umumnya dapat dimulai pada usia 8 tahunan. Karena pada usia tersebut, anak bisa diajak belajar serius dan dapat mengerti perintah-perintah yang bersifat teknis. Bagi anda yang ingin belajar bernyanyi, nah, berikut ini ada 5 langkah praktis untuk bisa menyanyi dengan baik dan benar :
1. Teknik Pernafasan (Ini merupakan motor penggerak)
  Dalam bernyanyi, pernafasan itu sangat penting karena bernafas dengan baik akan sangat membantu dalam membentuk suara serta dapat memenuhi prasering atau panjang dan pendeknya suatu kumpulan nada seperti yang diminta oleh pencipta lagu.

Ada bermacam-macam pernafasan, yaitu :
  a. Pernafasan CLAVICULAIR (dengan memakai pundak)
  b. Pernafasan COSTROL (dengan dada)
  c. Pernafasan DIAFRAGMA (ini yang paling baik)
 
Proses atau cara melatih pernafasan yan baik :
  Tarik nafas atau hirup nafas anda dalam 8 hitungan (8 detik) : 1 2 3 4 5 6 7 8
  Tahan nafas saudara dalam 4 hitungan (4 detik) : 1 2 3 4
  Keluarkan nafas saudara dengan berdesis dalam 8 hitungan : 1 2 3 4 5 6 7 8
 
Bisa juga hal itu disebut 8 4 8 karena menghirup nafas dalam 8 hitungan, menahan nafas dalam 4 hitungan dan mengeluarkan nafas dalam 8 hitungan. Lakukan latihan itu berulang-ulang, dan saat mengeluarkan nafas, desis anda bisa diganti dengan mengucapkam mo atau me atau mu, dll.
2. Intonasi (Penguasaan Notasi)
  Intonasi adalah pembidik nada yan tepat atau menyanyikan nada dengan tepat. Untuk bisa memiliki intonasi yang baik, kita sebaiknya berlatih dengan alat music seperti piano atau keyboard supaya nada yang kita mainkan pasti dan terkontrol. Tapi hal ini dapat diakali jika kita tidak memiliki alat music tersebut. Kita bisa merekam suara piano tersebut di handphone kita dan kita dapat pelajari sewaktu-waktu. Contoh: Kita dapat memainkan tangga nada C kemudian D dan E secara berurutan di piano atau gitar(mungkin kita bisa minta teman kita untuk memainkannya), kemudian kita rekan di handphone. Nada yang dapat direkam mungkin adalah sebagai berikut.
Secara Ascending Do Re Mi Fa Sol La Si Do dan Descending yaitu Do Si La Sol Fa Mi Re Do atau
Secara Ascending Do Mi Re Fa Mi Sol Fa La Sol Si La Do Si dan dan Descending yaitu Do La Si Sol La Fa Sol Mi Fa Re Mi Do. Anda bisa melakukan variasi lain misalnya
Do Re Mi Fa Re Mi Fa Sol Mi Fa Sol La Si Sol La Si Do dan Descending Do Si La Sol Si La Sol Fa La Sol Fa Mi Sol Fa Mi Re Fa Mi Re Do

3. Irama, Birama & Tempo
  Seorang penyanyi yang baik seharusnya belajar untuk bisa menguasai bermacam-macam irama atau jenis aliran music seperti : Chaca, Pop, Waltz dan sebagainya. Dia juga harus mengetahui birama lagu, apakah 4/4, ¾ atau 2/4, dan mesti mengikuti tempo (lambat-cepat) lagu sesuai dengan yang diminta pencipta.
4. Penguasaan Artikulasi (pengucapan kata)
  Seorang penyanyi selain harus menguasai dan mengahfalkan syair (lirik) lagu dengan baik, juga harus mengucapkan kata-katanya dengan jelas dan tegas. Untuk membantu agar dapat memberi “jiwa” pada lagu tersebut, harus juga memahami isi dan maksud yangterkandung dalam lagu. Ada beberapa cara praktis untuk meningkatkan artikulasi anda, yaitu dengan mengucapkan vocal : A I U E O
5. Tehnik Vibrasi
  Vibrasi adalah suatu bentuk suara yang bergetar dan bergelombang dalam tehnik oleh vocal, vibrasi ini merupakan tahap finishing. Fungsinya biar terdengar lebih merdu dan indah. Kalau mau tahu contoh vibrasi yaitu ketika seseorang tertawa terbahak-bahak, suara akan terdengar bergetar dan bergelombang. Kemudian dalam dunia tarik suara, bentuk dasar tersebut dikembangkan menjadi sebuah tehnik dalam bernyanyi yang disebut vibrasi.

Selain hal-hal diatas, ada hal lain yang harus diperhatikan, yaitu sikap tubuh dalam bernyanyi, baik dalam latihan maupun pada saat kita sedang tampil di panggung/podium. Mengapa sikap tubuh sangat berpengaruh pada sirkulasi nafas yang merupakan unsure penting dalam bernyanyi. Sikap ini harus dilatih, baik sikap duduk maupun sikap berdiri. Wah, banyak sekali yang harus diperhatikan untuk bisa bernyanyi dengan baik ya ? oke ? selamat belajar dan berlatih menyanyi memuji Tuhan kita dengan cara yang lebih baik dan benar.
 

cara belajar vokal dari pertama

Artikulasi, adalah cara pengucapan kata demi kata yang baik dan jelas.
Pernafasan adalah usaha untuk menghirup udara sebanyak-banyaknya, kemudian disimpan, dan dikeluarkan sedikit demi sedikit sesuai dengan keperluan.

Pernafasan di bagi tiga jenis, yaitu :
Pernafasan Dada: cocok untuk nada-nada rendah, penyanyi mudah lelah.
Pernafasan Perut: udara cepat habis, kurang cocok digunakan dalam menyanyi, karena akan cepat lelah.
Pernafasan Diafragma: adalah pernafasan yang paling cocok digunakan untuk menyanyi, karena udara yang digunakan akan mudah diatur pemakaiannya, mempunyai power dan stabilitas vocal yang baik.



Phrasering adalah : aturan pemenggalan kalimat yang baik dan benar sehingga mudah dimengerti dan sesuai dengan kaidah-kaidah yang berlaku.
Sikap Badan : adalah posisi badan ketika seseorang sedang nyanyi, bisa sambil duduk, atau berdiri, yang penting saluran pernafasan jangan sampai terganggu.
Resonansi adalah : usaha untuk memperindah suara dengan mefungsikan rongga-rongga udara yang turut bervibrasi/ bergetar disekitar mulut dan tenggorokan.
Vibrato adalah : Usaha untuk memperindah sebuah lagu dengan cara memberigelombang/ suara yang bergetar teratur, biasanya di terapkan di setiap akhir sebuah kalimat lagu.
Improvisasi adalah usaha memperindah lagu dengan merubah/menambah sebagian melodi lagu dengan profesional, tanpa merubah melodi pokoknya.
Intonasi adalah tinggi rendahnya suatu nada yang harus dijangkau dengan tepat.

Syarat-syarat terbentuknya Intonasi yang baik :
Pendengaran yang baik
Kontrol pernafasan
Rasa musical.
NADA adalah bunyi yang memiliki getaran teratur tiap detiknya.
SIFAT NADA ADA 4 (EMPAT) :


FITCH yaitu ketepatan jangkauan nada.
DURASI yaitu lamanya sebuah nada harus dibunyikan
INTENSITAS NADA yaitu keras,lembutnya nada yang harus dibunyikan.
TIMBRE yaitu warna suara yang berbeda tiap-tiap orang.

AMBITUS SUARA adalah luas wilayah nada yang mampu dijangkau oleh seseorang.
Seorang penyanyi professional harus mampu menjangkau nada-nada dari yang paling rendah sampai yang paling tinggi sesuai dengan kemampuannya.
CRESCENDO adalah suara pelan berangsur-angsur keras.
DESCRESCENDO adalah suara keras berangsur-angsur pelan.
STACATO adalah suara dalam bernyanyi yang terpatah-patah.




Sumber :


http://voiceofsoul.wordpress.com/2007/11/23/unsur-unsur-teknik-vocal/

8 cara untuk belajar bernyanyi

8 Cara untuk belajar bernyanyi

1. Buka mulut Anda ketika Anda bernyanyi! Penyanyi yang menjaga mulut mereka sebagian besar ditutup cenderung tegang di lidah dan jauh dari mencapai kualitas yang maksimal dari nada. Saya suka aturan jari dua. Jika Anda dapat pas dua jari di antara gigi Anda saat bernyanyi (esp pada vokal terbuka seperti "ah" dan "oh"), maka kau baik. Jika tidak, buka mulut lagi.

2. Tenang lidah. Setelah bertahun-tahun memberikan pelajaran suara, saya yakin bahwa 65% - 85% dari semua masalah vokal melibatkan ketegangan di lidah. Bagian terburuk adalah kebanyakan orang bahkan tidak menyadarinya. Lihat di cermin sambil bernyanyi. Jika ujung lidah Anda tidak dominan beristirahat pada gigi depan bawah Anda maka Anda punya masalah. Bersantai lidah lebih maju dalam mulut akan membantu.

3. Jangan mengambil di udara terlalu banyak. Jika Anda menghirup udara terlalu banyak, maka Anda menciptakan tekanan di bawah lipatan yang dapat dengan mudah menghalangi Anda kemampuan untuk bernyanyi secara bebas. Hal ini dapat mencegah Anda menyanyikan nada tinggi dan hampir selalu menyebabkan ketegangan di leher Anda. Untuk memperbaikinya, menjadi sadar betapa sedikit yang terlibat dalam pernapasan teratur dan mencoba untuk meniru sensasi bahwa ketika bernyanyi.

4. Jauhkan laring mantap. Jika Anda tidak tahu apa laring adalah, itu di mana apel Anda adam adalah (atau di mana itu akan menjadi wanita). Jika ini daerah leher Anda menaikkan atau menurunkan sambil bernyanyi, maka Anda melemparkan seluruh mekanisme suara anda yang mengarah ke komplikasi yang berbeda. Istirahatkan tangan Anda pada laring Anda sambil bernyanyi dan pastikan tetap stabil.

5. Buka dan bersantai bagian belakang mulut. Ini sama penting dengan memungkinkan depan mulut untuk terbuka, jika tidak lebih. Jika bagian belakang mulut yang tertutup, maka kualitas suara ditembak (dan saya jamin Anda sedang tegang). Untuk mendapatkan merasa untuk itu, tahan tombol "ng" suara tergantung dan merasakan bagaimana tertutup itu. Sekarang mengatakan "ah" seperti Anda berada di kantor dokter ... itu lebih terbuka. Membiarkan belakang mulut terbuka seperti suara "ah" dapat membantu menciptakan resonansi yang indah dalam suara.

6. Nyanyikan dengan ENERGY. Aku tidak bisa mengungkapkan ini cukup. Menyanyi adalah kegiatan yang sangat fisik. Anda harus berenergi dan bersemangat tentang apa yang Anda lakukan atau yang lain itu tidak memiliki gairah (dan itu datar!). Bernyanyi dengan energi membantu anda menekan catatan yang lebih tinggi dan membantu menjaga suara keluar dari tenggorokan. Biarkan diri Anda merasa senang sebelum menyanyi ... melakukan beberapa jumping jack atau berjalan-jalan sedikit sebelum memulai dan menyadari betapa banyak membantu.

7. Percaya apa yang Anda bernyanyi. Saya pernah membaca ungkapan yang telah terjebak dengan saya selama bertahun-tahun. Itu adalah sesuatu di sepanjang baris, "bahwa yang datang paling dekat dengan mengungkapkan yang tak terkatakan adalah musik." Musik adalah bentuk ekspresi. Ini hidup dan memiliki kemampuan besar untuk mempengaruhi pendengar. Tapi itu hanya berlaku bila Anda percaya apa yang Anda bernyanyi. Cobalah untuk menyambung ke lagu melalui beberapa pengalaman hidup pribadi dan melihat bagaimana hidup musik Anda bernyanyi menjadi.

8. Keluar dari cara Anda sendiri. Menyanyi harus merasa seperti berbicara. Seharusnya tidak ada ketegangan, menekan, tegang, mencapai, atau ketika meraih vokal aktif. Sensasi ini biasanya terjadi ketika kita mencoba untuk memaksa suara keluar dari kita. Jika Anda tidak bisa menyanyi sesuatu, cobalah untuk membawanya kembali ke pidato pertamanya. Anda akan terkejut betapa mudahnya bahwa "C" tinggi dapat ketika Anda berbicara itu.

Sangat penting untuk menyebutkan bahwa fokus pada semua tips ini sekaligus tidak akan terlalu efektif karena otak kita hanya dapat memproses begitu banyak pada suatu waktu. Oleh karena itu, saya sarankan berlatih salah satu tips ini untuk beberapa hari, kemudian beralih ke yang lain. Apa yang kita lakukan saat kita bernyanyi sebagian besar didasarkan pada kebiasaan, jadi pastikan untuk berlatih secara konsisten.

Tips diatas adalah terjemahan. Jika anda mengerti bahasa inggris, anda dapat membaca tips-2 lain. Anda dapat baca di : how to become a famous singer
MelissaBenton88 is offline   Reply With Quote

belajar cara melatih vokal

Belajar Cara Melatih Vokal

 
 
 
 
 
 
i
 
12 Votes
Quantcast
belajar vokal
Artikel ini di ambil dari artikel islami NASYID meskipun begitu aritkel ini sangat cocok buat anda yang ingin belajar bernyanyi khusunya bagaimana cara melatih vokal
Industri musik di Indonesia sangat berkembang pesat, mulai dari penyanyi solo, grup vokal, grup band sampai orkestra sangat mudah kita jumpai di negeri ini. Perkembangan ini tidak hanya terjadi pada industri musik konvensional tetapi juga pada industri musik religi (Islami), sejak era tahun 1980-an kita sudah bisa mendengarkan karya-karya religi anak negeri, sebut saja grup musik Bimbo bersaudara, Rhoma Irama dengan Soneta-nya, nasyida ria dll. Karya-karya fenomenal mereka masih sering kita dengar hingga sekarang sehingga saya fikir mereka layak disebut sang legenda. Sejak awal tahun 2000-an bermunculan pula grup-grup vokal yang konsen dalam musik Islami yang lebih lazim disebut Nasyid, diantaranya Izzatul Islam (Jakarta), Snada (Jakarta), Mupla (Bandung), The Fikr (Bandung), Suara Persaudaraan (Surabaya), Khatulistiwa (Samarinda), Sewarna (Samarinda) Raudah Robbani (Bontang) dan lain-lain.
Grup-grup dari Malaysia pun turut pula meramaikan dunia nasyid di tanah air, antara lain Raihan dan Brothers. Walau mengalami pasang surut dalam perkembangannya namun gerakan nasyid ini tetap ada hingga sekarang dan telah membentuk komunitas-komunitas dan asosiasi nasyid. Bahkan untuk saat ini tidak hanya para Munsyid/Nasyider (pelaku nasyid) yang menghasilkan karya-karya religi tetapi juga beberapa penyanyi dan musisi di tanah air diantaranya Gita Gutawa, Afgan, Gigi Band, Ungu Band, Radja Band dan masih banyak lagi yang lainnya.
Para Munsyid/Nasyider yang memang sejak awal menyajikan suatu musik alternatif yang bertujuan da’wah lewat pesan-pesan dalam lagunya sudah selayaknya membekali diri dan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam olah vokal dan musik agar nasyid bisa diterima oleh semua kalangan sehingga pesan-pesannya dapat sampai ke pendengar. Selain itu munculnya munsyid dan grup nasyid yang mumpuni akan membantu meningkatkan citra musik Islam itu sendiri.
Ada beberapa pengetahuan umum dan keterampilan dasar yang musti dimiliki oleh setiap munsyid, diantaranya adalah:
A. Keselarasan atau Blending
Keselarasan merupakan faktor paling penting dalam menghasilkan komposisi musik yang baik. Faktor keselarasan yang paling perlu diutamakan adalah masalah nada, irama, kuat lemah suara atau sifat bunyi. Sebuah grup layak disebut harmonis bila dapat menghasilkan nada yang tidak sumbang, tempo atau kecepatan ketukan yang stabil, termasuk kekompakan dalam menjalani kecepatan lagu. Selain itu harus didukung oleh kekompakan dalam menentukan kapan harus memproduksi bunyi yang keras, lembut, sedang, agak keras, agak lunak atau sangat lunak. Kemampuan memilih alat musik serta kecermatan dalam memfungsikannya -termasuk vokal- sebagai variasi pada bagian-bagian lagu tertentu, juga harus dimiliki.
Apabila vokal yang bening yang disertai dengan keselarasan nada, ketukan dan irama, dinamik (kuat lemahnya suara) dan keselarasan paduan sifat bunyi pada sebuah lagu dinyanyikan dengan penuh konsentrasi dan perasaan, maka lagu tersebut akan sangat nyaman untuk didengar.
B. Kekayaan Nuansa
Dalam menilai kekayaan nuansa pun, keempat unsur seperti nada, kecepatan ketukan atau irama, keras lunaknya suara serta warna atau karakter suara bisa dijadikan barometer. Bila dalam sebuah grup memiliki vokalis lebih dari satu maka bisa di buat harmoni satu, dua, tiga suara atau lebih. Begitu juga apabila menggunakan beberapa alat musik yang sama, maka perlu disertai pembagian tugas dan peranan yang variatif. Menghasilkan bunyi yang sama adalah tindakan yang mubazir karena tidak memperkaya nuansa.
C. Melatih Pernafasan
Dalam bernyanyi nafas merupakan faktor yang paling mendasar, sebab terjadinya bunyi vokal terproses melalui gesekan nafas dengan pita suara atau larynx yang digetarkan oleh resonansi leher. Latihan yang akan dilatih ini memiliki 2 manfaat. Pertama, agar kita bisa memiliki nafas yang cukup panjang untuk menghindari nyanyian yang terengah-engah yang bisa mengakibatkan nyanyian kita tidak nyaman didengar. Kedua, untuk menambah kekuatan tenaga diafragma atau tekhnik powering diafragma.
Latihan dasar pernafasan yang bisa dilakukan adalah, mengambil nafas pelan-pelan selama 10 detik, setelah itu langsung menahan nafas dalam waktu 10 detik, kemudian langsung keluarkan nafas pelan-pelan dalam waktu 10 detik pula. Apabila tidak kuat janganlah mencuri atau membuang nafas di luar yang sudah ditentukan tadi. Dalam kondisi yang tidak kuat sebaiknya buang saja nafas Anda kemudian bersiap lagi untuk kembali dari proses pengambilan nafas. Bila interval 10 detik sudah dirasa mudah maka anda boleh meningkatkan menjadi 15 detik, 20 detik dan seterusnya. Jika kondisi tubuh Anda mulai sangat lelah apalagi sudah merasa pusing, janganlah terlalu memaksakan diri. Oiya… olahraga rutin seperti jogging, renang dan yang lainnya juga mampu meningkatkan stamina dan pernafasan kita pada saat bernyanyi.
D. Tips Untuk Menambah Tenaga Vokal
Tenaga suara atau yang lazim disebut power sama pentingnya dengan mencapai kesempurnaan suara. Sebab suara yang lemah tidak akan menarik perhatian pendengarnya. Tenaga suara yang dimaksud bukanlah tenaga yang asal keras menjerit-jerit, sebab suara yang demikian bisa membuat lelah orang yang medengarnya. Tenaga yang dimaksud adalah vokal yang dihasilkan oleh tenaga diri –tekhnik vokal- dan tenaga perasaan.
Cara melatih tenaga suara yang sangat praktis adalah dengan menyiapkan sebuah lilin yang menyala, lalu lilin tersebut ditiup dari jarak minimal 1,5 meter hingga padam. Latihlah 10 – 20 kali tiap sesi dan usahakanlah dalam sehari melakukan dalam 2 sesi. Bila jarak 1,5 meter sudah semakin mudah, maka perjauhlah jarak itu, bahkan ada baiknya jumlah lilin pun semakin diperbanyak dalam bentuk yang berderet atau berbaris. Yang perlu diperhatikan dalam latihan ini adalah, tiuplah lilin dengan tenaga lahir dan tenaga perasaan. Latihan ini sekaligus membantu dalam meninggikan suara.
E. Tips Untuk Penyanyi Sumbang
Cara yang lazim digunakan dalam melatih penyanyi bersuara sumbang secara akademis adalah latihan solfegio (dibaca: solfejio atau solfej). Caranya adalah sering-seringlah berlatih menyanyi sambil menutup telinga sebelah kiri atau sebelah kanan. Menutup sebelah telinga akan membuat kita semakin mudah dan jelas disaat mengontrol nada vokal kita sendiri. Bila ada seseorang yang memperoleh hasil latihan tidak sebaik yang lainnya, hal itu kemungkinan disebabkan ia tergolong kurang memiliki bahan dasar kepekaan nada dibandingkan orang yang lebih berhasil tadi, karena memang tingkat kepekaan nada yang dimiliki seseorang -bakat musikal- setiap manusia tidak semuanya sama. Yang paling penting, latihan ini insya Alloh akan membantu peningkatan kepekaan nada siapa pun.
F. Tips Untuk Membeningkan Suara
Suara yang bening bisa dilatih dengan cara memaksimalkan fungsi resonator yang kita miliki. Resonator kepala untuk melatih suara tinggi, resonator leher untuk melatih suara sedang dan resonator dada untuk melatih suara rendah. Cara melatihnya sangat praktis sekali yaitu senandungkanlah seluruh bagian lagu yang Anda sukai dalam bunyi “M” (mengatupkan mulut) maka secara otomatis ketiga resonansi tadi akan terbiasa bergetar sesuai ketinggian lagu.
Ada 2 hal yang perlu diperhatikan dalam latihan ini. Pertama, saat bersenandung atau huming, gigi atas dan gigi bawah jangan sampai bersentuhan. Kedua, disaat mencapai nada-nada tinggi, peganglah bagian ubun-ubun kepala Anda hingga terasa ada getaran kecil yang menyentuh telapak tangan.
G. Tips Menghayati Lagu
Menyanyi adalah perbuatan mengekspresikan lagu melalui vokal. Untuk memperoleh sebuah nyanyian yang ekspresif dan menyentuh hati, maka yang paling dulu perlu dicapai adalah berupaya agar lagu yang akan kita bawakan bisa menyentuh perasaan kita sendiri. Bahkan buatlah diri kita sendiri merinding dasaat bernyanyi.
Cara praktis untuk melatih suasana hati tersebut adalah sebagai berikut:
Pertama, baca lirik lagu itu baik-baik hingga mengenal maknanya. Kedua, tentukan kesan Anda terhadap suasana lagu tadi apakah sedih, gembira, semangat, agung dan seterusnya. Ketiga, bacalah kata demi kata lirik lagu tadi dalam suasana hati yang ada pada kesan perasaan Anda. Setelah berhasil membaca dengan perasaan yang Anda miliki, kemudian tingkatkanlah dengan berlatih menyanyikan lagu berdasarkan jenis perasaan tadi. Latihan seperti ini sebaiknya tidak hanya dilakukan oleh penyanyi, tetapi juga dilakukan oleh para pemain musik (pengiring), agar disaat memainkan musiknya ia bermain dengan ekspresi yang sama dengan penyanyinya.
Jika benar-benar mengharapkan keabadian seni nasyid, maka para munsyid harus mampu bersaing (berlomba dalam kebaikan) untuk meningkatkan kualitasnya, Insya Alloh pengetahuan dan keterampilan bisa menjadi alat yang sangat ampuh. Tanpa kesadaran itu, jangan tangisi bila ditahun-tahun mendatang seni nasyid hanya akan menjadi kenangan saja. So, mari bersama-sama menambah pengetahuan dan skill kita diantaranya dengan cara mengikuti kursus musik/vokal dan berbagi pengalaman dengan sesama munsyid serta musisi-musisi umum lainnya, jangan cepat merasa puas dan terus belajar. Jangan mengkotak-kotakkan musik dan membatasi pergaulan dalam bermusik, kita harus dapat hadir di mana saja dan dengan siapa saja (tentunya tetap dalam batas-batas syara’), semakin luas pergaulan kita Insya ALLOH pengetahuan kita semakin bertambah sehingga harapannya kemampuan kita dalam bernasyid semakin meningkat dan dapat menghasilkan karya-karya yang layak dengar, layak tampil dan dapat diterima pendengar. Mari kita hadirkan karya-karya seni yang mampu memperbaiki moral dan mental bangsa sehingga membuat Indonesia tercinta ini lebih bermartabat.
Demikian tulisan saya, mohon maaf atas segala khilaf.
Referensi: Poetra, Adjie Esa. 2004. Revolusi Nasyid. MQS Publishing. Bandung; Dari Berbagai Sumber

Rabu, 14 Maret 2012

Wullan


Assalamu 'alikum....
Hallo perkenalkan namaku Wulan,
sekolahku di SMPN 2 Margahayu kabupaten Bandung.
oh ya kerana ini adalah perkenalan pertama, jadi biodataku tidak aku tulis disini semua,,,
gak apa-apa yah.... ntar kita sambung lagi..